Bulan suci Ramadhan bukan hanya dinanti-nantikan di Indonesia atau di negara-negara Arab saja, tapi Ramadhan juga dinanti-nantikan oleh kami yang berada di China. Memang kalau dipikir-pikir sulit rasanya menjalankan ibadah puasa ditengah-tengah populasi rakyat China yang hanya kurang dari 10% yang memeluk Islam atau yang menjalankan ibadah puasa (karena yang Islam saja belum tentu juga shalat dan puasa).
Jadi tentu saja tidak akan ditemui penghormatan atau toleransi terhadap orang-orang yang menjalankan ibadah puasa seperti di Indonesia. Bulan Ramadhan akan berjalan sama seperti bulan-bulan yang lainnya (tentu saja akan berbeda bagi yang menjalakan ibadah puasa Ramadhan). Akan selalu terlihat warung-warung, restoran-restoran ataupun tempat-tempat hiburan malam yang menjalankan aktifitasnya seperti biasa. Juga tidak akan ada jam kantor selesai jam 4 sore, ataupun sekolah-sekolah yang diliburkan (panjang) sampai lebaran. Tidak akan ada terdengar adzan ataupun panggilan sahur atau berbuka puasa, apalagi Pabukoan. No way!!!
Nah… pada saat semua tidak ada itulah rasa rindu akan kampung, rumah, saudara, teman, dll semakin besar. Untuk mengobati itu semua, biasanya di KBRI Beijing sering (seminggu sekali) mengadakan acara buka bersama dan tarawih di aula KBRI Beijing (aneh memang kedengarannya, tarawih kok cuma seminggu sekali!).
Pada tahun-tahun sebelumnya KBRI Beijing sering mengundang ustadz dari Indonesia, tapi beberapa tahun belakangan ini entah kenapa Ramadhan kita menjadi “tenang-tenang saja”. Akhirnya kita buka puasa sendiri-sendiri dirumah dah tarawih di kedutaan-kedutaan lain (Pakistan, Arab Saudi, Malaysia, Brunei). Sedih rasanya, padahal sebelum-sebelumnya orang-orang dari kedutaan asing selalu shalat tarawih di Kedutaan Indonesia. Tapi sekarang tidak lagi.
PERKAMPUNGAN MUSLIM DI BEIJING – NIUJIE
Ada sedikit nuansa Ramadhan terlihat di perkampungan muslim di Beijing yaitu di Niujie. Walaupun tidak ada panggilan sahur atau sirine tanda berbuka puasa, tapi masih terdengar Adzhan dari Mesjid Niujie (mesjid tertua dengan arsitektur China yang umurnya lebih dari 1000 tahun) pada setiap waktu shalat. Ada juga terlihat “keramaian” berbuka puasa. Beberapa tahun yang lalu pemerintah China/Beijing merenovasi perkampungan muslim Niujie. Sekarang Niujie terlihat lebih bagus, bersih dan layak. Pada Hari Raya Idul Fitri, jalan utama Niujie ditutup untuk umum (hanya orang muslim yang akan shalat Ied di mesjid saja yang boleh masuk). Ini dimaksudkan untuk mencegah tumpah ruahnya masyarakat Beijing di daerah Niujie.
ISLAM KTP
Ada beberapa pengalaman menarik yang kami alami saat berkenalan dengan orang muslim China. Pada saat kita bertanya apakah mereka shalat dan puasa, mereka menjawab “Waduh tidak ada waktu karena saya bekerja” atau “Pekerjaan saya banyak jadi saya tidak sempat shalat dan puasa” dan lain sebagainya. Mendengar jawaban-jawaban tersebut kita hanya bisa bengong… Loh!!!
Setelah kami pikir-pikir ini bisa dikarenakan karena kurangnya ilmu mereka tentang Islam, kurangnya pendidikan atau penyuluhan tentang Islam. Mereka hanya tau mereka menganut agama Islam, tetapi tidak tahu apa sebenarnya tugas dan kewajiban sebagai orang Islam. Istilah kerennya “Islam KTP” (walaupun KTP disini tidak mencantumkan agama… hehehe).
Kembali ke puasa Ramadhan di China. Ramadhan kali ini adalah Ramadhan pertama kami (Donna & Wahyu) jauh dari orang tua dan sanak saudara. Sedih rasanya, karena biasanya selalu ada Mama yang membangunkan sahur atau yang masak enak untuk berbuka. Selain itu Ramadhan kali ini agak sedikit berbeda dengan Ramadhan-Ramadhan sebelumnya karena jatuh pada awal musim gugur, yang mana waktu berpuasanya lebih panjang dibandingkan dengan Ramadhan-Ramadhan sebelumnya yang jatuh pada musim dingin. Tapi disinilah kami diuji.
Selamat datang bulan suci Ramadhan. Bulan terbaik dari semua bulan. Bulan keagungan yang penuh hikmah, berkah, rahmah dan ampunan. Bulan peperangan berat melawan musuh terberat manusia – hawa nafsu.
Semoga kita semua menjadi pemenang dalam peperangan ini. Diterima segala amal ibadah kita dan dihapuskan segala dosa dan kesalahan. Saya atas nama keluarga Ch. Juda Perwira (Zasrawaty Zain, Donna & Wahyu) memohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya atas segala kesalahan dan khilaf, lisan maupun tulisan, disengaja ataupun tidak. Mudah-mudahan kita semua memasuki bulan Ramadhan ini dengan hati bersih, lapang dan ikhlas.
Marhaban ya Ramadhan
Selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1428 H






Godaannya besar…, mudah2an pahalanya juga besar…
Selamat Berpuasa, Don & Wahyu…
terimakasih kisahnya
Ass,selamat menjalankan ibadah puasa , …. semoga ALLAH SWT memberikan kekuatan pada anda,wass