oleh: Denny Hendrawan Piliang
Kampung kita yang damai memilih.
Memilih pemimpin untuk memimpin kita menuju sebuah perubahan. Memimpin kita untuk kehidupan yang lebih baik. Itulah tujuan kita memilih. Untuk sebuah perubahan!. Kita semua menginginkan perubahan dalam hidup kita. Kita semua ingin hidup yang lebih baik.
Menjelang hari pencoblosan, kota kita penuh semarak berwarna-warni. Kampanye… arak-arakan… poster… spanduk dan posko bertebaran di kota kita. Bendera hijau.. merah.. biru.. kuning.. putih.. berkibar sampai kepelosok Negeri. Meriah dan Semarak!.
Kota kita merayakan pesta demokrasi. Merayakan semangat perbedaan. Semangat untuk saling menghargai dan menghormati perbedaan pendapat. Kita boleh berbeda calon yang didukung. Kita juga boleh beda partai. Kita boleh berbeda siapa calon yang kita pilih. Yang pasti tujuan kita semua sama, yaitu ingin perubahan yang lebih baik.
Semangat perbedaan memahami betul bahwa, sebesar apapun keyakinan kita terhadap sebuah pilihan. Seperti itu juga keyakinan orang lain terhadap pilihannya. Kita tidak akan pernah bisa memaksa orang lain untuk meyakini apa yang kita yakini. Kita hanya bisa menghormati dan menghargai pilihan orang lain. Kalau kita tidak bisa meghormati dan menghargai pilihan orang lain yang berbeda dengan kita, maka yang terjadi adalah perpecahan dan permusuhan. Ken dek kapalo samo babulu – Pangono balain-lain. Semangat inilah yang harus dibangun oleh pemimpin kepada para pendukung dan masyarakat seluruhnya. Masyarakat harus dididik untuk menghargai perbedaan. Bahwa berbeda itu biasa. Berbeda itu adalah warna-warni kehidupan.
Tapi tunggu dulu! Kalau melihat situasi yang berkembang disekitar kita, maka kita harus bertanya pada diri sendiri. Apakah betul kita sudah memiliki semangat untuk saling menghargai perbedaan?
Jangan-jangan bukan semangat itu yang kita rasakan.
Jangan-jangan yang terjadi malah sebaliknya. (Wah bisa gawat nih?)
Jangan-jangan kita masih berpikir bahwa yang berbeda itu musuh.
Jangan-jangan kita jadi saling membenci satu sama lain.
Jangan-jangan kita jadi saling menjelekkan antara para pendukung.
Jangan-jangan kita saling bermusuhan karena pilkada ini.
Jangan-jangan kita saling menyalahkan sesama orang Payobasuang.
Jangan-jangan kita jadi saling jegal dan menjatuhkan.
Jangan-jangan jadi hilang tegur sapa diantara sesama kita.
Jangan-jangan hilang senyum dan canda diantara kita.
Jangan-jangan jadi saling dendam dan marah antara kita.
Jangan-jangan kita jadi terpecah belah karena pemilihan ini.
Jangan… jangan… jangan sampai.
Jangan sampai semua itu terjadi diantara kita.
Jangan sampai kita saling bermusuhan
Jangan sampai kita dipecah belah
Jangan sampai hilang kekompakkan dan kebersamaan.
Jangaaaaaaaaannnnnnn…!!!!!!!!!!!
Kalau semua itu sampai terjadi maka bahaya ada di depan mata kita. Bahaya perpecahan, bahaya permusuhan dan bahaya kebencian. Nah, mari kita menganalisa bersama-sama, mudah2an semua ancaman perpecahan itu tidak terjadi di Payobasuang.
- Tujuan pilkada adalah untuk mendapatkan pemimpin yang baik
- Dengan pilkada ini kita berharap membawa perubahan kearah hidup yang lebih baik.
- Pilkada adalah pesta demokrasi untuk saling menghargai perbedaan pendapat.
Intinya adalah kita menginginkan sesuatu yang lebih baik dalam hidup kita. Kalau seandainya pilkada ini justru membuat kita menjadi terpecah belah dan saling membenci satu sama lain. Berarti hidup kita sudah mundur menuju kehancuran. Karena hidup dalam kebencian dan kemarahan adalah sebuah malapetaka. Hidup jadi gelisah tidak ada ketenangan dan kedamaian. Artinya pilkada ini sudah salah sasaran. Tujuan pilkada untuk hidup yang lebih baik, malah menjadi hidup dalam perpecahan dan kebencian.
Sudahlah.. Pilkada sudah selesai!
Selesai juga pertandingan dan persaingan. Tidak peduli apa warna kita. Tidak peduli apa partai kita. Tidak peduli siapa calon kita. Awak uRang Kanagarian Payobasuang. Badunsanak.
Pilkada hanyalah permainan politik untuk mendapatkan kekuasaan. Dan biasanya kita rakyat hanya jadi alat dan korban saja. Sudahlah… kita akhiri semuanya. Sekarang saatnya kita kembali menjadi masyarakat Payobasuang yang damai, yang ramah dan penuh dengan gorah jo ujah.
Ayo kita bergandengan tangan lagi. Ayo kita berangkulan lagi. Ayo kita bersalaman lagi. Ayo kita bergotong royong lagi. Ayo kita bersatu dan kompak lagi. Inilah yang disebut dewasa dalam berpolitik. Dan buang jauh-jauh virus dan bibit-bibit perpecahan. Pupuh benih-benih perdamaian.
Lebih baik sama-sama kita awasi, sama-sama kita tagih janji-janji kampanye siapapun yang terpilih. Apakah terjadi perbaikan dalam hidup kita? Kita tunggu hasil kerjanya.Tapi tetap harus diawasi dan dikontrol, karena dalam alam demokrasi, rakyat adalah pemegang kekuasan tertinggi.
Stop kebencian. Stop kemarahan. Stop permusuhan. Stop perpecahan. Bersatulah..!! Kompaklah..!!
Hanya dengan bersatu kita dapat melakukan perubahan kearah yang lebih baik. Hanya dengan kekompakkan kita bisa bekerjasama untuk kemajuan. Sudahlah… Pilkada sudah usai. Malah awak kito bangun nagoRi geh basamo-samo. Ayo kito bangun kebersamaan dan kasih sayang.
Salam sayang selalu.
Denny H. Piliang.
Tulisan ini kupersembahkan untuk Payobasuang tercinta, Indonesia tercinta






pertama : selamat anda telah lulus untuk mendapatkan gelar datuk… (itu sejauh yang saya tau anda telah menjadi datuk)..
kedua : tulisan ini kembali menyadarkan kita apa sebenarnya arti hidup bermasyarakat yang demokrasi.. tulisan ini memberikan arah kepada kita bahwa dalam memilih seorang pemimpin itu bukan berarti akan timbul permusuhan, kebencian dan semua hal-hal yang negatif..karena kebanyakan dengan adanya pemilihan2 ini kadang masyarakat kecil yang ga tau apa2 ikut2an saling membicarakan hal2 yang mereka sendiri ga tau juga…
ketiga : tulisan ini sebaiknya di sebarkan di payobasuang biar semua pada baca hasil karya ini
congratulations Denny!
Benar sekali…..jitu sekali tulisan mas Denny ini. Kenapa lain pendapat harus kita saling membenci, kebencian mendekat org pada setan dan setelah itu org tersebut akan jadi tak terkendali dan akhirnya menjadikan orang orang yg tak bisa membangun negeri karena tak pikiran sehat yang ada di benak nya. Semoga masyarakat kita makain dewasa dan memahami arti demokrasi yg sebenarnya sehingga di masa yg akan datang silang pendapat tidak menjadikan perselihan yg kadang sesama keluarga sendiri saling JOTOS. Damai lah negriku Tentramlah negaraku yg tercinta.
Setuju…
Salam kenal yo…
” Selamat atas terpilihnya kembali pak wali awak, utk memimpin Payakumbuh yg samo2 awak cintoi iko, smoga dlm menjalankan amanat nanko bisa membawa perubahan yg lobiah elok utk payokumbuah, khususnya buat kanagarian kito Payobasuang, Ambo mandanga waktu PILKADA dulu, banyak masyarakat awak payobasung nan basitongang urek lie sampai ado nan indak bataguah sapo antaro mamak jo kamanakan, kakak jo adik dan sebagainyo,utk mandukuang colonnyo masing2, ambo ingin manyanokan dima hati nurani awak ateh sasamo awak, klu pandapek ambo pribadi Kalau lai ka urang awak, sodang lei bonang basah lai awak patogak, kunun ko lai jadi pak walikota tantu lobiah awak dukuang, baa di dunsanak tuuu….!!! Sekali lagi buat pak wali awak ” GOOD LOCK ”
(amad thejo – siak – riau )
” Selamat atas terpilihnya kembali pak wali awak, utk memimpin Payakumbuh yg samo2 awak cintoi iko, smoga dlm menjalankan amanat nanko bisa membawa perubahan yg lobiah elok utk payokumbuah, khususnya buat kanagarian kito Payobasuang, Ambo mandanga waktu PILKADA dulu, banyak masyarakat awak payobasung nan basitongang urek lie sampai ado nan indak bataguah sapo antaro mamak jo kamanakan, kakak jo adik dan sebagainyo,utk mandukuang colonnyo masing2, ambo ingin manyanokan dima hati nurani awak ateh sasamo awak, klu pandapek ambo pribadi Kalau lai ka urang awak, sodang lei bonang basah lai awak patogak, kunun ko lai jadi pak walikota tantu lobiah awak dukuang, baa di dunsanak tuuu….!!! Sekali lagi buat pak wali awak ” GOOD LOCK ”
a.thejo@yahoo.com ( siak-riau )
selamat tapiliah baliak pak wali samoga kota awak batambah maju ‘aman jo barasiah samoga kampuang kito batambah elok dapet hiduit rukun jo damai oke pak wali jo rekan rekan di kampuang salam dari rantau s f cal So Long bpanjag@sbcglobal.net